window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date());gtag('config', 'G-BWME4274RY');

MTs Yusuf Annur menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta, serta Strategi dan Media Pembelajaran pada Jumat–Sabtu, 5–6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MTs Yusuf Annur sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kasih sayang dalam proses pendidikan.
Workshop dibuka secara resmi oleh Pembina Yayasan, Dr. Drs. Supandi Awaludin, M.Pd, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter, akhlak mulia, serta rasa cinta kepada Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Achmad Zanuar Ansori, S.Pd., M.Ed, Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai konsep, filosofi, dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran sehari-hari. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa pendidikan yang dilandasi cinta akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Selain materi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, para peserta juga mendapatkan pendampingan dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang selaras dengan prinsip-prinsip KBC. Melalui sesi praktik dan diskusi kelompok, guru-guru menyusun modul ajar, asesmen, serta berbagai perangkat pembelajaran yang mendukung terciptanya proses belajar yang berpusat pada peserta didik dan menguatkan karakter mereka.
Pada sesi strategi dan media pembelajaran, narasumber mengajak para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Berbagai contoh penerapan media pembelajaran yang menarik turut dibahas sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran di kelas.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Seluruh guru aktif mengikuti setiap sesi, berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menggali berbagai strategi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna. Workshop ini menjadi momentum penting dalam penguatan kompetensi pendidik sekaligus komitmen bersama untuk mewujudkan budaya belajar yang berlandaskan cinta, keteladanan, dan nilai-nilai keislaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru MTs Yusuf Annur semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap proses pembelajaran sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter kuat, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sesuai dengan visi dan misi lembaga.




Tinggalkan Komentar