window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-BWME4274RY');
Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-5 Yayasan Asiyah An-Nur, Pondok Pesantren Annur Lopang Kembangbahu menggelar Seminar Nasional pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat wawasan dan komitmen para pengelola lembaga pendidikan dalam membangun yayasan yang profesional, berdampak, dan berkelanjutan.
Seminar Nasional mengusung tema “Manajemen Yayasan Profesional: Wujudkan Lembaga Pendidikan Berdampak dan Berkelanjutan” dan dihadiri oleh para ketua yayasan, kepala madrasah, kepala sekolah, serta pengelola lembaga pendidikan dari berbagai lembaga.
Kegiatan diawali dengan sambutan Abah Dr. Drs. Supandi Awaluddin, M.Pd., selaku Pembina Yayasan Asiyah An-Nur. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga amanah dalam mengelola yayasan dan lembaga pendidikan, sekaligus terus membangun semangat kebersamaan, profesionalitas, dan keberlanjutan dalam menjalankan khidmah pendidikan.
Bagi Yayasan Asiyah An-Nur, Harlah ke-5 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga menjadi refleksi untuk melihat tantangan ke depan dan memperkuat langkah dalam mengembangkan lembaga.
Materi utama Seminar Nasional disampaikan oleh Dr. Bachrul Amiq, S.H., M.H., Ketua Yayasan Badan Penyelenggara SMP, SMA, SMK dan Universitas Dr. Soetomo, Rektor Universitas WR Soepratman Surabaya, sekaligus Kasubdit Advokasi Universitas Negeri Surabaya.
Melalui materi “Manajemen Yayasan Profesional”, beliau mengajak para peserta memahami bahwa yayasan merupakan badan hukum yang memiliki tujuan di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Karena itu, pengelolaan yayasan membutuhkan pemahaman yang sama di antara seluruh organ yayasan serta tata kelola yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satu hal penting yang menjadi pembahasan adalah pembagian peran antara Pembina, Pengurus, dan Pengawas.
Pembina memiliki kewenangan dalam menetapkan kebijakan umum yayasan, mengesahkan program kerja dan anggaran, mengesahkan laporan tahunan, serta mengambil keputusan strategis sesuai kewenangannya. Pembina juga memiliki peran penting dalam memastikan arah dan kebijakan yayasan tetap berjalan sesuai tujuan pendirian.
Sementara itu, Pengurus merupakan organ yang bertanggung jawab penuh atas kepengurusan yayasan untuk kepentingan yayasan dan memiliki kewenangan untuk mewakili yayasan dalam berbagai hal. Dalam materi juga dijelaskan mengenai kewenangan Pengurus serta masa jabatan yang berlaku.
Adapun Pengawas memiliki fungsi melakukan pengawasan terhadap Pengurus sekaligus memberikan saran. Pengawasan dapat dilakukan terhadap dokumen, pembukuan, kas, maupun berbagai tindakan yang dilakukan oleh Pengurus.
Dengan pembagian tugas dan kewenangan yang jelas, setiap organ yayasan diharapkan dapat menjalankan fungsinya secara profesional, saling melengkapi, dan tetap berada dalam koridor tujuan yayasan.
Dalam materi seminar juga dibahas pentingnya rapat tahunan sebagai bagian dari tata kelola yayasan. Rapat tahunan dapat menjadi ruang untuk melakukan evaluasi terhadap kekayaan, hak dan kewajiban yayasan, mengesahkan laporan Pengurus, serta menetapkan kebijakan-kebijakan umum yayasan.
Selain itu, pengelolaan kekayaan yayasan harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengelolaan yang tertib dan akuntabel menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan serta memastikan kekayaan yayasan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Seminar Nasional dalam rangka Harlah ke-5 Yayasan Asiyah An-Nur menjadi ruang belajar dan refleksi bersama bagi para pimpinan yayasan dan lembaga pendidikan.
Lebih dari sekadar peringatan hari lahir, kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bahwa lembaga pendidikan harus dikelola dengan tata kelola yang baik, pembagian peran yang jelas, akuntabilitas, serta orientasi pada keberlanjutan.
Lima tahun perjalanan Yayasan Asiyah An-Nur menjadi pijakan untuk terus melangkah dan berbenah.
Bukan sekadar tumbuh, tetapi tumbuh dengan sistem.
Bukan sekadar berdiri, tetapi menghadirkan manfaat.
Bukan sekadar bertahan, tetapi mampu berkembang dan berkelanjutan.
Semoga Harlah ke-5 Yayasan Asiyah An-Nur menjadi momentum untuk semakin menguatkan khidmah, memperluas manfaat, dan menghadirkan lembaga pendidikan yang profesional serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi santri, keluarga, masyarakat, dan umat.
Dari amanah, kita bangun sistem.
Dari sistem, kita hadirkan manfaat.
Dan dari manfaat, kita wujudkan keberlanjutan.



Tinggalkan Komentar